Home / Mancanegara

Udaipur & Goa

Meskipun termasuk kota kecil, Udaipur mendapat banyak sekali julukan. Antara lain, City of Sunrise, City of Temples, City of Lakes, Venice of The East, Kashir of Rajasthan dan City of Divine Love. Dari nama-nama berbau pujian itu saja, kami bisa membayangkan betapa indah kota yang bersahabat ini.

City Palace, sebuah bangunan persegi delapan, berdiri cantik di tepi danau Pichola. Bangunan yang berseberangan dengan The Lake Palace Hotel itu memiliki banyuak balkon yang menghadap ke dana. Lewat benda- benda yang dipamerkan, bisa melihat kehidupan raja dari dekat.  Mulai dari tempat tidur, perlengkapan perang, hingga cerita tentang kesetiaan kuda sang raja yang kakinya terpotong oleh pisau musuh.

Memasuki istana yang kini menjadi museum, kami menyaksikan sendiri seni dan budaya yang begitu tinggi. Sejumlah lukisan menempel di dinding, beberapa ruang dihiasi kaca mozaik warna-warni. Menariknya, ada satu ruang yang tidak beratap, agar raja bisa melihat para penari disirami cahaya bulan purnama. Dinding di sekeliling ruang dilapisi cermin, penarinya akan tampak sangat banyak, meski sebenarnya yang menari hanya satu orang.

Raja zaman dahulu menciptakan tradisi, yaitu mengumpulkan seluruh pasukan, lengkap dengan baju kebesaran mereka, plus para binatang perang (kuda dan gajah) di halaman istana. Tradisi itu untuk menghormati kepahlawanan mereka. Hingga kini, tradisi tersebut masih dijalankan sekitar bulan Oktober setiap tahun.

Di tengah Danau Pichola terdapat The Royal Garden. Area ini dulu digunakan oleh para wanita kerajaan untuk berlatih kuda. Kini, wajah taman itu berubah menjadi kafe dan resto. Beberapa patung gajah sengaja diletakkan di bagian depan, ditemani taman hijau dan kolam berair mancur, membuat tempat ini makin cantik.

GOA

Area pantai ini dulunya adalah jajahan Portugis. Jejaknya pun terekam jelas. Kami melihat rumah penduduk yang berciri Portugis: langit-langit yang tinggi, ukiran berjajar di setiap atap, jendela-jendela besar, teras dan balkon besar, serta warna bangunan yang cukup menyolok. Ada satu pantai terkenal di Goa, namanya Anjuna. Setiap Rabu, di pantai Anjuna digelar pasar loak. Beberapa barang antic peninggalan Portugis dan Inggris dapat ditemukan disini.

Kawasan old Goa juga unik. Di salah satu alun-alun area ini, tampak masyarakat setempat berdoa di depan patung Bunda Maria. Bunga segar dan lilin pun dinyalakan oleh siapa saja yang lewat dan ingin berdoa disitu. Ada satu gereja besar yang menjadi daya tarik di Old Goa, yaitu St. Francis Xavier, gereja besar dengan tembok bata yang menjulang tinggi. Kapel Kecil di depannya dibangun oleh 8 biarawan, ketika mereka datang tahun 1517.

Semua bagian dalam gereja dapat dimasuki oleh pengunjung, sehingga bisa mengetahui cerita perjalanan Fransiskus Xaverius ketika menyebarkan agama Katolik di India. Yang membuat kami terkejut, jasad sang biarawan terkenal itu ada di dalam bangunan gereja ini, tersimpan dalam peti kayu.  Pengunjung  bisa melihatnya, meski peti itu dalam kondisi tertutup. Konon, sepuluh tahun sekali peti ini dibuka dan umat gereja berdoa bersama.

Selain memiliki banyak gereja, termasuk gereja bergaya Eropa dan India, Goa juga memiliki banyak banyak kuil. Kuil tertua adalah Manguesh Tample (Manguesh merupakan inkarnasi Shiva) Bnetuk kuilnya sangat unik, warnanya broken white tingginya 15m.

Sumber: Majalah Femina, edisi Mei 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s