Home / Mancanegara / Tips / Travel Note

Negeri Tepi Laut Adriatik

Yugoslavia, Negara berbentuk federasi yang akhirnya kolaps pada decade 1990-an memang masih membekas di hati kita. Pelesir ke wilayah bekas federasi Yuslavia diawali dari penerbangan Jakarta-London, yang berlanjut penerbangan dari Bandara Gatwick (sekitar 60 menit dari pusat kota London) menuju Zagreb, ibu kota Kroasia. Penerbangan berbiaya rendah (Easy Jet) sebesar 54 poundsterling untuk sekali jalan selama 2jam.

Image

Zagreb menjadi usat peradaban, pemerintahan, budaya niaga dan pendidikan. Populasi sekitar satu juta orang yang bermukim di area seluas 641km2, hampir sebesar DKI Jakarta, tetapi jumlah penduduk lebih sedikit (Jakarta mencapai Sembilan juta jiwa). Kota Zagreb terbagi menjadi dua wilayah: Upper-Town (kota lama) dan Down Town (kota baru). Dari Hotel Best Western Astoria, akses menikmati sejarah kota menjadi mudah.

Di kota tua, terdapat Dolac, yaitu pasar tradisional yang menjual segala jenis hasil kebun, ternak dan lain lain. Pedagangnya menggunakan tenda bulat berwarna cerah sebagai tempat berjualan, sehingga dari kejauhan terlihat seperti paying merah terbuka dalam jumlah banyak.

Image

Cathedral Zagreb, yang menjadi salah satu penanda  kota ini. Pada tahun 1994, Paus Yohanes Paulus II pernah berkunjung kesini dan mengadakan misa. Bell Tower digunakan untuk mengumpulkan penduduk pada masa lalu. Kantor walikota amat mudah diketahui: gentengnya dibuat seperti lambing Negara Kroasia. Di kompleks kota tua terdapat sejumlah galeri, took cenderamata, kafe dan meuseum termasuk Museum of Broken Relationship.

Di kota ini terdapat Stone Gate. Tempat ini berupa sepotong jalan yang mirip terowongan. Didalamnya terdapat banyak orang yang berdoa denga khusyuk tanpa merasa terganggu orang yang lalu-lalang. Keluar dari kota tua, naik trem menuju ke wilayah pinggiran. Sekitar setengah jam tiba di Mirogoj, area perkuburan yang konon adalah salah satu yang terindah dan terkenal di Eropa karena arsitekturnya.  Memasuki gerbang utama terlihat bangunan gereja yang tinggi dan megah dengan kubah besar. Areal pekuburan ini dikelilingi tembok tinggi dihiasi kubah kecil. Di tengah area terletak makam yang lebih sederhana. Dibangun pada abad 19 untuk semua agama, disinilah tempat perisirahatan terakhir dari tokoh dan orang besar di Zagreb.

Taman Nasional Danau Plitvice ditempuh bus antar kota dalam dua setengah jam. Taman Nasional ini adalah yang terbesar dan tertua di Kroasia. Sangat unik karena adanya air terjun besar dan kecil membentuk danau yang besar dan kecil pula, bertingkat-tingkat. Mirip Jiu Zhai Gou di China. Tetapi jauh alami.

Image

Dari Zagreb menuju Dubrovnik, satu jam melalui jalu udara. Salah satu hotel di bawah bukit tepi laut, namanya Rixos Hotel,  bintang lima, bergaya minimalis. Dubrovnik adalah destinasi wisata yang sangat terkenal di dunia. Orang-orang datang kesini hanya untuk bermalas-malasan, berjemur, membaca buku, berenang, makan, minum dan tidur.

Ada satu tempat yang tidak boleh lupa dikunjungi, yaitu Old Town. Kota tua yang dikelilingi tembok tebal persis di tepi laut. Untuk memasuki kota ini harus melewati jembatan yang dapat ditarik kea rah tembok benteng. Di belakang kota terdapat gerbang yang menghadap ke laut, disinilah tempat kapal pesia kecil ditambatkan.

Sumber: Majalah Nasional Geographic Traveler, edisi September 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s