Home / Mancanegara / Travel Note

Legendary Places in the World: Ephesus

Turki merupakan salah satu Negara di Asia dimana kebudayaan Romawi berpadu apik dengan budaya khas Asia. Di negara ini terdapat sebuah situs arkeologi kuno yang berdiri sejak abad ke-10 sebelum masehi, bernama Ephesus.

Ephesus merupakan kota kuno yang didirikan Bangsa Attic-ionian pada abad ke-10 sebelum masehi. Masa keemasasn Ephesus berada pada masa kekuasaan Romawi. Dibawah kekuasaan Romawi ini, Ephesus berkembang menjadi kota metropolis terbesar. Maka tidak mengherankan jika Ephesus memiliki koleksi peninggalan Romawi terbesar.

Anda tentu pernah mendengar legenda Kuil Artemis yang dibangun sekitar 550 sebelum masehi. Kuil ini pernah dihancurkan John Chrsostom pada 401 dan dibangun kembali oleh Kaisar Constantine I. Kuil Artemis akhirnya hancur akibat gempa bumi pada 614. Sisa reruntuhan tersebut masih bisa anda saksikan di British Museum, London, Inggris.

Pada 1870-an, sejumlah arkeolog melakukan penggalian di Euphesus dan menemukan sisa sisa kuil. Kuil berbalutkan marmer ini memiliki 127 tiang raksasa setinggi 60 kaki. Secara keseluruhan, areal ini memiliki panjang 377 kaki dan lebar 180 kaki.

Ephesus juga memilki Perpustakaan Roman Celsus yang dibangun Gaius Julius Aquila untuk mengenang mendiang ayahnya, Tiberius Julius Celcus Polemaenus. Celcus merupakan seorang bangsawan dan juga konsultan di Ephesus. Perpustakaan yang selesai dibangun pada 135 masehi ini menyimpan sekitar 12.000 gulungan kertas.

Tak hanya itu, Ephesus juga memiliki Air Mancur Pollio, yang dibangun untuk menghormati insinyur bernama Sextilius Pollio. Dialah yang membangun jembatan atau aqueduct. Kota ini juga memiliki teater terbuka bernama Odeon. Teater setinggi 30m ini dibangun Vedius Antonius pada 150 masehi. Awalnya teater ini hanyalah ruang tamu yang disulap sebagai tempat pertunjukkan, dengan 22 tangga dan berkapasitas 2500 orang.

Ephesus_073

Bagian atas teater dipermanis dengan kokohnya pilar-pilar granit merah, serta beberapa anak tangga di kedua sisi panggung. Selain untuk pertunjukkan drama, teter ini kerap digunakan sebagai tempat bertarungnya para gladiator.

Sumber: Majalah Tamasya, edisi September 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s