Home / Mancanegara / Travel Note

Legendary Places in the World: Roma

Roma dijuluki sebagai The Eternal City atau kota abadi, Roma dibangun sekitar 750 sebelum masehi oleh dua bersaudara keturunan Yunani bernama Remus dan Remulus. Kota yang memulai peradabannya sejak 2500 tahun silam, ini kemudian menjadi pusat Katolik dunia dan pengembangan arsitektur dunia.Image

Pada masa keemasannya, Roma kesohor dengan seni arsitektur, patung dan sastranya yang indah. Salah satu pesona arsitektur masa lalu Roma yang masih bisa ditemui saat ini adalah Colosseum. Gedung pertunjukkan setinggi 50m ini dibangun pada masa pemerintahan Kaisar Titus Flavius Vespasianus, pada 70-72 Masehi.

Dahulu, Colloseum identik dengan pertarungan gladiator. Sebuah permainan hidup atau mati para jawara-jawara Romawi yang disaksikan sekitar 50.000 orang penonton. Sayangnya bagian selatan Colloseum hancur akibat gempa bumi pada 847 masehi.

Roma juga memilki kuil Pantheon yang awalnya dibangun seorang jendral Roma bernama Marcus Vipsanius Agrippa, pada 27 sebelum masehi. Pada 80 masehi kuil tersebut terbakar dan hanya menyisakan teras kuil. Pada 126 masehi, Kaisar Hasrian memperbaiki kuil Pantheon dan menambahkan ornament berbentuk lingkaran atau rotunda pada bangunan. Hadrian menjadikan kuil tersebut sebagai tempat penyembahan tujuh dewa Romawi.

Menilik arsitekturnya yang bergaya Greco-Romawi, Pantheon terdiri atas dua bangunan utama. Bagian pertama disebut portico atau serambi depan, yang memiliki 16 tiang. Masing-masing tiang tersebut terbuat dari batu granit dengan tinggi sekitar 11.8 m dan diameter sekitar 1.5 m.

Bagian kedua disebut dengan nama Rotunda, yang merupakan interior berbentuk bulat yang terbuat dari batu pualam dengan diameter mencapai 145 kaki. Pada bagian ini terdapat tujuh ceruk berbentuk bulat yang dilengkapi kubahbesar setinggi 140 kaki yang disebut kubah langit. Diperkirakan berat kubah ini mencapai 4535 metrik ton, dengan ketebalan mencapai 21 kaki. Pada puncak kubah, terdapat oculus dengan diameter sekitar 7.8 meter yang digunakan sebagai lubang udara atau ventilasi.

Sumber: Majalah Tamasya, edisi September 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s